Tangisku tiada tertahan disaat terdengarnya kehilangan sebagian dari hidupku yaitu ibuku.
beliau meninggalkanku ketika umurku 17 tahun. ibuku meniggal akibat pecahnya pembuluh darah di otak yang disebut itu penyakit stroke, namun aku selalu bangga akan beliau, disaat menghadapi penyakit yang begitu mengahabisi tubuhnya iya tetap tabah dan bersabar. Akupun tidak menyerah untuk menjaga ibuku tanpa kenal lelah aku rawat ibuku yang sekian lama dirumah sakit hampir setengah tahun ibuku dirumah sakit menderita fisik, kurus, cacat, hingga bisu..Hatiku sebenarnya sangat rapuh melihat kondisi ibuku selama menjalani perawatan dirumah sakit, namun aku selalu berusaha tersenyum didepan ibuku agar ibuku tahu bahwa meski keadaanya seperti itu aku selalu ingin bersamanya bahagia didekatnya. Pikirku aku harus menjaga kesehatan jiwa dan ragaku agar aku bisa menyembuhkan memulihkan keadaan ibuku yang sangat semakin parah. mungkin saat itu juga pikiran ibuku ingin seperti itu diriku dan juga dapat menambahkan rasa semangatnya semasa dimana beliau sehat ibuku seorang guru beliau seorang wanita yang sangat terlihat tangguh, mandiri, sangat senang untuk membantu orang lain. jasa-jasa ibuku sangat banyak. aku sangat bangga pada ibuku yang mempunyai hati yang baik, meskipun terlihat tangguh namun ibuku mempunyai hati yg sangat lembut..namun, ujian Allah SWT selalu adil karena semakin kuat iman kita maka semakin berat pula ujianya..tidak terpikirkan olehku akan penyakit yg menyerang ibuku hingga Allah SWT mengakhiri ujian didunia untuk ibuku dan mengambilnya...ibu..begitu berharganya buatku...doa-doaku tiada henti ku alirkan kepadamu..semoga ibu tenang di alam sana...aku sangat menyayangimu....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar